Proses menulis email yang praktis, lengkap dengan contoh pengumuman produk beranotasi, daftar periksa peninjauan, dan panduan memberi brief untuk draf AI.
Sebelum menulis email marketing, lengkapi kalimat ini: “Setelah membaca email ini, penerima seharusnya bisa …”
Jika jawabannya berisi beberapa tindakan yang tidak saling berkaitan, persempit cakupan brief Anda. Sebuah email boleh memuat detail tanpa meminta pembaca mengambil lima keputusan sekaligus.
Siapa yang menerima email ini, apa yang sudah mereka ketahui, dan mengapa pesan ini berguna sekarang? Pelanggan lama tidak butuh perkenalan sepanjang orang yang baru mendaftar kemarin. Pengguna yang terhambat masalah penyiapan butuh jawaban, bukan tur keliling perusahaan.
Kumpulkan faktanya sebelum mulai menulis draf: fitur atau penawarannya, siapa yang bisa memakainya, batasan yang ada, tautan tujuan, dan tanggalnya jika waktu itu penting. Tandai hal yang belum diketahui sebagai belum diketahui. Jangan minta penulis AI mengisi celah dengan klaim yang sekadar terdengar masuk akal.
Berikut contoh fiktif untuk produk yang baru menambahkan fitur ekspor CSV:
Subjek: Ekspor laporan Anda sebagai CSV
Kini Anda bisa mengunduh baris-baris data di balik laporan bulanan Anda.
Buka laporan, lalu pilih Ekspor CSV. File tersebut menyertakan filter yang Anda pilih, jadi Anda bisa mengolah tampilan yang sama di spreadsheet.
Fitur ekspor tersedia untuk admin ruang kerja. Jika Anda membutuhkan akses, mintalah kepada pemilik ruang kerja Anda.
Buka laporan Anda
Kalimat pembukanya langsung menyebutkan perubahannya. Bagian tengah menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan dan batasan aksesnya. Tombolnya harus mengarah ke laporan tersebut, bukan ke beranda yang membuat pembaca harus mencarinya lagi.
Ini hanya contoh, bukan klaim tentang fitur laporan Brew. Strukturnya berhasil karena faktanya konkret.
Hapus perkenalan perusahaan kecuali penerima memang membutuhkannya. Ganti frasa seperti “tingkatkan alur kerja Anda” dengan tugas yang menjadi lebih mudah. Hapus klaim seperti “hemat berjam-jam” kecuali Anda punya bukti dan konteks untuk menjelaskannya.
Baca email itu dengan suara keras. Jika ada kalimat yang terdengar seperti sesuatu yang tidak akan pernah diucapkan siapa pun di tim Anda, tulis ulang kalimat itu. Pesan yang tenang dan lugas bisa terdengar lebih meyakinkan daripada deretan kata superlatif.
Gunakan subjudul jika email cukup panjang sehingga membutuhkannya. Tulis detail penting sebagai teks asli, bukan di dalam gambar. Beri label tombol sesuai tujuan atau tindakannya, dan pastikan tautannya tetap berfungsi saat gambar diblokir.
Berikan audiens, tujuan, fakta yang sudah disetujui, contoh gaya bahasa, tautan yang wajib ada, serta hal-hal yang tidak boleh dicantumkan. Prompt seperti “Buatkan email peluncuran yang seru” membiarkan keputusan-keputusan penting tanpa arahan. Brief yang berguna membatasi draf tanpa harus menuliskan setiap kalimatnya.
Di Brew, tinjau teks dan pratinjau visualnya bersamaan. Periksa merge tag dengan contoh kontak, lalu kirim email uji ke kotak masuk sungguhan. Jangan sampai persetujuan atas tata letak berubah menjadi persetujuan atas diskon atau testimoni yang dikarang.
Pilih hasil yang sesuai dengan tujuan email: membuka laporan, menjadwalkan panggilan yang bermanfaat, atau menyelesaikan satu langkah penyiapan. Tingkat buka yang lebih tinggi tidak membuktikan bahwa teksnya membantu.
Jika trafik Anda cukup untuk membandingkan beberapa versi, lakukan uji A/B yang terfokus. Jika tidak, kumpulkan balasan dan perhatikan di bagian mana pembaca berhenti. Satu perbaikan yang jelas lebih berguna daripada templat baru setiap minggu.
